Rabu, 23 Januari 2019

Manajemen Usaha

MANAJEMEN PONDASI DASAR

Fundamental utama dalam semua bangunan, kelahiran, pertumbuhan, perkembangan dan apapun dalam usaha, berkelompok serta keluarga adalah managemen. Managemen adalah pondasi utama yg akhirnya nanti ausia, menopang bangunan atau apapun program konsep manusia berikutnya.

Kekayaan sumber daya yg dimiliki bisa coba digali, lalu coba tarik lima sampai sepuluh meter kedepan, kebelakang, kekiri, kekanan dan kemudian melingkar searah jarum jam, apa yg didapatkan aset2 potensi yg tersaji untuk inventori, jika dibutuhkan jarak level radius bisa di naikkan levelnya menyesuaikan kebutuhan.

Disekitar kita yg terjangkau dengan diri kita itu sangat bervariabel, tergantung oleh beberapa faktor, usia, gender, hobby, aktifitas dan kesibukan yg lain dan berbeda2. Rokok, korek, gelas kopi kosong tersisa ampasnya (Jane arep nulis kotholan boso Ngawi he.. hee..), computer, kalkulator, edc, buku tulis+bacaan Dolob dll, pulpen, pengaris, staples, hp, jek listrik, ATM, uang, lampu listrik, kalender, DOMPET, slip roll kertas dsj. ini sebagian kecil yg masih terjangkau dengan tangan bisa ratusan, ribuan mungkin milyaran kalau sampai pada sel2 kecil dan non materi. Yg ada di sekitar badan tubuh kita udah sebegitu banyaknya,

Semua aset potensi itu akan berhenti kalau kita perlakukan sebagai benda mati. Begitupun yg terjadi akan sebaliknya menjadi sesuatu yg hidup. Ia akan bergerak dinamis, tumbuh dan berkembang biak tergantung pada tuannya mau diperlakukan dan dibawa kemana.

Memang sadar tak sadar mesti menyadari tidak semua orang punya konsep, tak setiap orang bisa punya program dan tak sembarang orang diberikan pemahaman untul membaca, menata, mengumpulkan data, menganalisa potensi2 kecil dan sederhana yg ada disekitar kita, yg kita punya, dan bisa memanfaatkan tanpa harus capek2 memikirkan finansial untuk mengawali, memulai langkah awal proses kehidupan.

Sedikit berbagi pengalaman "Managemen Omplong", tau Omplong kan?  Kaleng bekas susu atau roti bisa kita manfaatkan. Ambil beberapa sesuaikan dengan keperluan ini bisa dimanfaatkan sebagai dasar pondasi managemen untuk orang awan seperti aku, irit, simple gak harus keluar modal. Intinya sarana media itu bisa memanfaatkan bahan lainnya.

Ambil empat Omplong kaleng bekas siapkan kertas, spidol karet untuk membedakan kaleng 1,2,3,4. Bisa digandakan no 1. Kebutuhan pokok 2. Kebutuhan tambahan 3. Kebutuhan investasi 4. Kebutuhan lain2. Dari hasil jerih payah keringat kita sehari coba di masukan ke masing2 kaleng nanti akan dapat kita temukan lagi hal2 baru yg unik dan bisa jadi tema diskusi yg asyik dengan anak istri, jangan cuma memelototi tipi terus sedari malam sampai pagi.

Hal2 asyic unic, antik menarik dan menggelitik akan langsung tersaji jika tekhnis "manajemen Omplong" ini langsung di eksekusi.

Topik hidup biar agak dikit variasi, jangan cuma "ngibur diri - ngedhekni ati"

Beranda WEKA EXPRESS 22.01.2018

Selasa, 15 Januari 2019

Ayo Wirausaha Mandiri

Membuka Usaha Mandiri

Usaha apapun saja itu baik, yang buruk itu pemalas yg gak mau kerja, tak mau berusaha.

Kenapa gak banyak seng berbagi pengalaman bakul di media maya, karena rata2 mayoritas pola masyarakat kita mulai kurang produktif, kurang kreatif. Banyak yg terseret kepola konsumtif yang semakin melenggang kangkungkan budaya hedonisme.

Sebenarnya ini info kabar baik serta membuat peluang usaha mandiri semakin luas terbuka.

Kalau mau lebih mendapatkan hasil yang maksimal, usahalah, bekerjalah dengan otakmu bukan cuma mengandalkan ototmu. Meskipun awal buka pertama kali untuk melangkah sangat tidak mudah, tapi bukan berarti tak bisa, dan perlu terus untuk dicoba.

Jikapun belum bisa dan belum cukup besar nyali, mulailah dulu dengan menyalurkan hobi. Gak usah pakai modal yg besar, mulailah dari modal kecil dulu yg tingkat resikonya tidak sampai fatal dan menganggu keseimbangan keuangan, intinya tetap cari aman dulu. 

Memang untuk investasi aset sampai saat ini yg paling aman itu tanah dan emas batangan, karena nilainya gak susut, akan tetap mengikuti perkembangan nilai mata uang pada masanya, kecil kemungkinan untuk rugi kecuali nilai uang yang buat investasi itu dapat pinjaman/utang.

Maka dari itu jika memilih untuk mulai buka usaha baru mulailah dari kecil, berproses dari bawah dulu, jangan cuma mengandalkan uang modal sendiri yg sudah besar. Banyak kasus usaha tutup ditengah jalan karena belum punya pengalaman di usaha, mentang2 modal uang dari luar negeri banyak langsung usaha besar.

Jika proses dasar tak mau melewati step by step, jangan heran usaha berhenti di tengah jalan, bahkan sampai aset yg sudah ada terseret oleh keadaan yg tak bisa dikendalikan, akhirnya lari lagi, kabur lagi ke luar negeri.

Sebenarnya jalan pintas untuk cari modal uang untuk usaha mandiri saat ini pilihannya emang jadi TKI, tetapi setelah pulang ke indo dapat modal banyak dan mulai merintis usaha disini rata2 gagal, meski ada yg jalan cuma satu-duapun gak bisa maksimal, semua tak sesuai dengan prediksi awal sbelum punya modal.

Kalau mau berproses dari nol, mulai hari ini modalnya nekad, sabar dan telaten. Seringlah berdiri mengamati orang transaksi jual beli di pasar, sepuluh sampai limabelas menit, invertasi dulu data dengan cermat, jeli terus mengamati. Tunggulah sampai pada waktunya dengan sabar nanti akan lahir sendiri sebuah usaha sendiri yang nature dan alami. Pasti.

Bahagia itu konflik yang terkendali, masalah yang masih bisa di ajak kompromi dengan kesadaran situasi yang bukan karena terorr,  paksaan & tekanan harga diri dari orang lain.

Saya ini sudah mengalaminya sendiri, makanya aku berbagi. Hati2, jika memulai sbuah usaha, jangan cuma mengandalkan modal, gengsi dan ambisi. Sitik, cilik, sehat dan lumintu gpp, yang terpenting adalah marginya banyak, jangan terjebak cuma pada omset global yang besar.

Bisa jadi datta itu cuma abal-abal!!

Sebuah usaha yg sehat itu bisa di nilai/lihat dari pembayaran sales yg gak telat, semakin banyaknya dagangan yg kontan semakin baik. Sebuah usaha yg besar dengan stock barang yg sangat banyak belum jaminan itu sehat!!

By Nardi Wijaya WEKA
#AyoWiraUsamaMandiri #weka #wongbakulan \M/

Jumat, 11 Januari 2019

PLATO BIOGRAFI

PLATO
Biografi Plato

Tokoh yang satu ini dikenal sebagai guru dari Aristoteles. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Socrates. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog dimana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaannya yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. Cicero mengatakan pria ini meninggal ketika sedang menulis. Langsung saja berikut sekilas mengenai biografi Plato.

Plato lahir sekitar 427 SM  dan meninggal sekitar 347 SM adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Ia berasal dari keluarga aristokrasi yang turun-temurun memegang politik penting dalam politik Atena. Ia pun bercita-cita sejak mudanya untuk menjadi orang negara. Tetapi perkembangan politik di masanya tidak memberi kesempatan padanya untuk mengikuti jalan hidup yang diingininya itu. Namanya bermula ialah Aristokles. Nama plato diberikan oleh gurunya. Ia memperoleh nama itu berhubung dengan bahunya yang lebar.

Pelajaran yang diperoleh di masa kecilnya, selain dari pelajaran umum ialah menggambar dan melukis disambung dengan belajar musik dan puisi. Sebelum dewasa ia sudah pandai membuat karangan yang bersanjak. Sebagaimana biasanya dengan anak orang baik-baik di masa itu plato mendapat didikan dari guru-guru filosofi. Pelajaran filosofi mula-mula diperolehnya dari Kratylos. Kratylos dahulunya murid Herakleitos yang mengajarkan “semuanya berlalu” seperti air.

Rupanya ajaran semacam itu tidak hinggap di dalam kalbu aristocrat yang tertpengaruh oleh tradisi keluarganya. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran Sokrates. Pelajaran itulah yang memberi kepuasan baginya.

Pengaruh Sokrates makin hari makin mendalam padanya. Ia menjadi murid Sokrates yang setia. Sampai pada akhir hidupnya Sokrates tetap menjadi pujaannya. Dalam segala karangannya yang berbentuk dialog, bersoal jawab, Sokrates kedudukannya sebagai pujangga yang menuntun. Dengan cara begitu ajaran Plato tergambar keluar melalui mulut Sokrates. Setelah pandangan filosofinya sudah jauh menyimpang dan sudah lebih lanjut dari pandangan gurunya, ia terus berbuat begitu. Sokrates digambarkannya sebagai juru bahasa isi hati rakyat di Atena yang tertindas karena kekuasaan yang saling berganti. Kekuasaan demokrasi yang meluap menjadi anarki dan sewenang-wenang digantikan berturut-turut oleh kekuasaan seorang tiran dan oligarki, yang akhirnya membawa Atena lenyap ke bawah kekuasaan asing.

Plato mempunyai kedudukan yang istimewa sebagai seorang filosof. Ia pandai menyatukan puisi dan ilmu, seni dan filosofi. Pandangan yang dalam dan abstrak sekalipun dapat dilukiskannya dengan gaya bahasa yang indah. Tidak ada seorang filosof sebelum dan sesudahnya dapat menandinginya dalam hal ini.

Tak lama sesudah sokrates meninggal, plato pergi dari Atena. Itulah permulaan ia mengembara 12 tahun lamanya dari tahun 399 SM. Awalnya ia pergi ke Megara, tempat Euklides mengajarkan filosofinya. Ada cerita yang mengatakan, bahwa ia disitu mengarang beberapa dialog, yang mengenai berbagai macam pengertian dalam masalah hidup, berdasarkan ajaran Sokrates. Dari Megara ia pergi ke Kyrena, dimana ia memperdalam pengetahuannya tentang matematik pada seorang guru ilmu itu yang bernama Theodoros. Disana ia juga mengajarkan filosofi dan mengarang buku-buku. Kemudian ia pergi ke Italia selatan dan terus ke Sirakusa dipulau Sisiria, yang pada waktu itu diperintah oleh seorang tiran, yang bernama Dionysios. Dionysios mengajak plato tinggal di istananya.
Ia merasa bangga kalau diantara orang-orang yang mengelilinginya terdapat pujangga dari dunia Grik yang kesohor namanya. Disitu Plato belajar kenal dengan ipar radja Dionysios yang masih muda bernama Dion, yang akhirnya menjadi sahabat karibnya. Diantara mereka berdua terdapat kata sepakat, supaya Plato mempengaruhi Dionysios dengan ajaran filosofinya, agar tercapai suatu perbaikan sosial. Seolah-olah datang baginya untuk melaksanakan teorinya tentang pemerintah yang baik dalam praktek. Sudah lama tertanam di dalam kalbunya, bahwa kesengsaraan di dunia tidak akan berakhir sebelum filosof menjadi raja atau raja-raja menjadi filosof. Tetapi ajaran plato yang dititik-beratkan kepada pengertian moral dalam segala perbuatan, lambat-laun menjemukan Dianysios.

Pada tahun 367 SM setelah Plato 20 tahun menetap dalam akademia, diterimanya undangan dan desakan dari Dion untuk datang ke Sirakusa. Dianysios yang jahat sudah meninggal. Ia digantikan sebagai raja oleh anaknya dengan nama Dionysios II. Dion berharap supaya Plato dapat mendidik dan mengajarkan kepada raja yang masih muda itu “pandangan filosofi tentang kewajiban pemerintah menurut pendapat Plato”. Tertarik oleh cita-citanya untuk melaksanakan teori pemerintahannya di dalam praktek, Plato berangkat ke Sirakusa. Ia disambut oleh
raja dengan gembira. Tetapi bagi raja itu, filosofi tidak begitu menarik. Akhirnya intrige, fitnah, dan hasutan merajalela dalam istana itu.
Akhirnya Dion dibenci oleh raja dan dibuang keluar Sisilia. Segala ikhtiar plato untuk membelanya tidak berhasil. Dia sendiri dengan bersusah payah baru dapat kembali ke Atena.

Tetapi 6 tahun kemudian pada tahun 361 SM hati plato terpikat lagi untuk datang ketiga kalinya ke sirakusa. Raja Dionysios II dengan sahabatnya Dion dan berusaha, supaya dia boleh pulang kembali ke sirakusa. Tetapi maksudnya itu tidak berhasil. Dan harapannya untuk mencoba sekali lagi melaksanakan cita-citanya tentang pemerintahan yang baik dalam praktek gagal sama sekali. Dengan kesabaran hati seorang filosof ia kembali ke Atena. Sejak itu ia memusatkan perhatiannya pada Akademia sebagai guru dan pengarang.
Seorang filosof menulis tentang dia sebagai berikut : “Plato pandai berbuat. Ia dapat belajar seperti Solon dan mengajar seperti Sokrates. Ia pandai mendidik pemuda yang ingin belajar dan dapat memikat hati dan perhatian sahabat-sahabat pada dirinya. Murid-muridnya begitu saying padanya seperti ia sayang kepada mereka. Dia itu bagi mereka adalah sahabat, guru dan penuntun”. Ketika seorang muridnya merayakan pernikahannya, Plato yang sudah berumur 80 tahun datang juga pada malam perjamuan itu. Ia turut riang dan gembira setelah agak larut malam, ia mengundurkan diri kepada suatu sudut yang sepi dalam rumah itu. disana ia tertidur dan tidur untuk selama-lamanya dengan tiada bangkit lagi.

Esok harinya seluruh Atena mengantarkannya ke kubur. Plato tidak pernah menikah dan tidak punya anak. Kemenakannya SPEUSIPPOS menggantikannya mengurus Akademia.

Sumbangsih Plato yang terpenting adalah pandangannya mengenai idea. Pandangan Plato terhadap idea-idea dipengaruhi oleh pandangan Sokrates tentang definisi. Idea yang dimaksud oleh Plato bukanlah ide yang dimaksud oleh orang modern. Orang-orang modern berpendapat ide adalah gagasan atau tanggapan yang ada di dalam pemikiran saja. Menurut Plato idea tidak diciptakan oleh pemikiran manusia. Idea tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada idea. Idea adalah citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Misalnya, idea tentang dua buah lukisan tidak dapat terlepas dari idea dua, idea dua itu sendiri tidak dapat terpisah dengan idea genap.
Namun, pada akhirnya terdapat puncak yang paling tinggi di antara hubungan idea-idea tersebut. Puncak inilah yang disebut idea yang “indah”. Idea ini melampaui segala idea yang ada.

Dunia indrawi adalah dunia hitam yang mencakup benda-benda jasmani yang konkret, yang dapat dirasakan oleh panca indera kita. Dunia indrawi ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Selalu terjadi perubahan dalam dunia indrawi ini. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia jasmani ini fana, dapat rusak, dan dapat mati.
Dunia idea adalah dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dalam dunia ini tidak ada perubahan, semua idea bersifat abadi dan tidak dapat diubah. Hanya ada satu idea “yang bagus”, “yang indah”. Di dunia idea semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".

Pandangan Plato tentang karya seni dipengaruhi oleh pandangannya tentang ide. Sikapnya terhadap karya seni sangat jelas dalam bukunya Politeia (Republik). Plato memandang negatif karya seni. Ia menilai karya seni sebagai mimesis mimesos. Menurut Plato, karya seni hanyalah tiruan dari realita yang ada. Realita yang ada adalah tiruan (mimesis) dari yang asli. Yang asli itu adalah yang terdapat dalam ide. Ide jauh lebih unggul, lebih baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini.

Pemahaman Plato tentang keindahan yang dipengaruhi pemahamannya tentang dunia indrawi, yang terdapat dalam Philebus. Plato berpendapat bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada dunia ide. Ia berpendapat bahwa Kesederhanaan adalah ciri khas dari keindahan, baik dalam alam semesta maupun dalam karya seni. Namun, tetap saja, keindahan yang ada di dalam alam semesta ini hanyalah keindahan semu dan merupakan keindahan pada tingkatan yang lebih rendah.

Ciri-ciri Karya-karya Plato

Bersifat Sokratik. Dalam Karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Sokrates sebagai topik utama karangannya.
Berbentuk dialog. Hampir semua karya Plato ditulis dalam nada dialog. Dalam Surat VII, Plato berpendapat bahwa pena dan tinta membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu. Oleh karena itu, menurutnya, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah tulisan yang berbentuk dialog.

Adanya mite-mite. Plato menggunakan mite-mite untuk menjelaskan ajarannya yang abstrak dan adiduniawi.

Verhaak menggolongkan tulisan Platon ke dalam karya sastra bukan ke dalam karya ilmiah yang sistematis karena dua ciri yang terakhir, yakni dalam tulisannya terkandung mite-mite dan berbentuk dialog.

Minggu, 06 Januari 2019

Belajar Mengamati Alam

Study Nyawang Khahanan versi Wong Bakulan.

"Kegelisahan diri terus mencari, mengali, sinau mencari tau bagaimana leluhur nenek moyang masalampau menipu anak cucu masa kini!!"

Candi sebagai peribadatan yang suci sudah bergeser jadi ajang tempat selfie? Apa ada yang salah dari leluhur membangun candi? Atau kita sebagai generasi sangat tau diri? Atau masih ada peduli? Semua pertanyaan itu masih terus menghantui terus setiap hari?

Bonus akhir tahun ini berbeda dg tahun sebelumnya yg biasanya cm menghabiskan waktu dirumah, fokus pada rutinitas yg bs dikerjakan dg semangat dan totalitas.

Duakali sy sempat ke Jogja, pertama tgl 22 ke Borobudur dan tgl 25 ke Prambanan. Meski tujuan primernya dolakne anak, tapi sangat sayang sekali jika waktu luang gak di manfaatkan untuk mengamati dan mempelajari semua peristiwa yg terjadi dlm perjalanan.

Soalnya moment seperti ini sangat mahal, belum tentu tiap hari bisa saya dapatkan. Maklum sebagai wong bakulan, waktu sudah sibuk tersita untuk ngladeni pelanggan.

Banyak sekali perubahan, pergeseran pola entah itu dibidang usaha ataupun pariwisata.
Fokus kita tetaplah kunci utama untuk langkah kedepan dalam menyikapi era perubahan.

Mereka semua sibuk bebenah, mereka sibuk terus membangun, mereka terus2an menata evaluasi untuk perbaikan, pembaharuan tempat lokasi, kenyamanan, rehap beberapa titik lokasi yg kurang nyaman dan menarik terus ditambahi dan diperbaiki.

Semua itu dilakukan dengan kesadaran karna hubunganya dengan semesta, dengan alam harmoni simbiosis mutualisme otomatis akan terjadi dinamis, pantharei, natur alami tak akan bisa terbendung mengundang serta menjaring semua orang untuk berbondong2 berdatangan.

Sedang yang kita lakukan selama ini apa?

Sebagai petani, peternak, pelayan, pekerja kuli buruh pabrik, tki diluar negri, pegawai atau sebagai wong bakulan seperti saya?

Berfikirpun masih destruktif, pasif reaktif pada hal yg tak ada hubunganya dg keseharian. Sibuk terus meprasangkai sesuatu yg tidak dikuasai sehingga menghilangkan pressisi pada bidang yg dikuasai sehari-hari.

Meskipun begitu hidup dengan percepatan kemajuan ini semakin kimpetitif dan wariabel konpleknya, tanpa mengurangi dan menghargai proses hidup yg sudah berjalan ini mesti terus ditingkatkan. Memang iya, betul "Gusti ora sare", terapi realitas, aplikasi hidup mesti jelas, terstruktur alami, menyesuaikan diri.

Seminggu sudah tahun baru berlalu, tak ada gunanya terus menunggu. Mari di bangun lagi kesadaran, dihidupkan kembali semangat kreatifitas perubahan dari sikap, cara berfikir, ritme tempo membagi waktu pekerjaan yg sudah ada untuk mencari celah serta peluang baru yg mestakung.

Terbukanya momentum, waktunya dan kesempatan yg tidak berbenturan dengan semua aktifitas yangg sudah berjalan selama ini, karna kebutuhan hidup makin kesini makin terus bertambah tak bisa ketahan.

Jaman saiki semua serba di uangkan, tak adalagi kepedulian, bukan menambah cukup kebutuhan tapi malah semakin kedodoran.

Beda dengan jamane mBah2e buyut dahulu, semua terstruktur rapi, termanajemen dengan seimbang dgn alam, baik dari sisi mental ataupun wilayah kedalaman seni spiritual.

Kapan mesti diuangkan, yg mana meski misi sosial sudah terbentuk secara alami dan menjadi naluri meski tak sekolah ke perguruan tinggi.

Semua kembali pada diri sendiri,
Tak ada paksaan sama sekali bg orang lain
Toh pada akhirnya kita sendiri yg menjalani.

Perubahan itu hanya bisa dimulai dari kesadaran, dari diri kita sendiri.

Kegelisahan wong bakul jaman saiki, ini cuma kurang gawean, sok yess doang, karena ingin kembali pada sesuatu yg alami, kesadaran nurani dari dalam hati fitroh seorang abdi, itu aslinya bagai ngimpi ditengah siang hari.

Nardi Wijaya "WEKA EXPRESS" 9 Jan 2019

Jumat, 04 Januari 2019

WEKA mart

Ayo Belanja Ke WEKA Jl. Slamet Riyadi, Pojok III, Pojok, Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63283 0856-3450-871 https://maps.app.goo.gl/2NWsm